45 Siswa Muaro Jambi Diduga Keracunan Makan MBG
![]() |
| Suasana di IGD RSUD Ahmad Ripin, Muaro Jambi Foto: Fadli |
Muaro Jambi - Sebanyak 45 pelajar mulai dari KB/TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi sejak Jumat siang hingga sore, berdatangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti diduga karena keracunan masal setelah makan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Kasiman (31), orang tua pelajar SD Negeri 1 Muaro Jambi, di ruang IGD RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, Jambi, mengatakan sore ini saya membawa anak ke rumah sakit karena mengalami muntah dan diare setelah diduga menyantap makanan MBG dari sekolahnya.
“Setelah pulang dari sekolah tadi siang, anak saya mengalami muntah dan diarea serta bandannya lemes, maka untuk mengantisipasi hal yang dak diinginkan saya bawa ke rumah sakit dan ternyata sudah banyak siswa lainnya yang sakitnya sama diduga akibat keracunan makanan MBG,” katanya.
Sementara itu hasil pantauan dilapangan ada sebanyak 45 pelajar yang sudah mendapatkan perawatan medis dan diperkirakan akan masih terus bertambah korban lainnya yang datang ke RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi karena diduga keracunan makan MBG yang disiapkan oleh salah satu dapur Satu Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Saat ini tim medis dari rumah sakit tersebut, sedang berusaha memberikan petolongan medis kepada para pelajar yang diduga mengalami keracunan makanan secara massal tersebut.
Edwin petugas medis RSUD Ahmad Ripin, Sengeti di ruang IGD mengatakan memang benar untuk sementara para pelajar itu diduga mengalami keracunan akibat makan sesuatu dan saat ini sedang mendapatkan penanganan medis dari kami.
“Untuk pastinya apa penyebab puluhan pelajar di Sekernan ini, akan ditindaklanjutin oleh tim yang berkompeten sedangkan kami medis hanya memberikan pertolongan dan merawat mereka saja,” katanya.
Sementara itu Fitriani (25) salah satu orang tua pelajar yang anaknya juga mengalami keracunan makanan itu mengatakan, bahwa anaknya mulai menunjukkan gejala taidk lama setelah tiba di rumah dan saat ditanya sebelumnya dia menyantap makanan dari sekolah, anaknya tidak mengonsumsi makanan lain.
“Sekitar pukul 11.00 WIB anak saya masih normal, namun setelah makan MBG di sekolah dan sampai rumah, anak saya muntah-muntah dan bibirnya sampai biru, badannya gemetaran,” katanya.
Pengakuan dari salah satu murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti bahwa dirinya di sekolah makan soto dari MBG yang siapkan dan sampai di rumah menderita muntah dan diare.
Data yang diterima dilapangan dari satu dapur SPPG yang mengelola ada sebanyak 3.475 penerima manfaat dari 28 sekolah mulai dari tingkat KB/TK, SD, SMP, SMA sederajat dari program MBG di Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Sementara itu dari pihak pengelola program MBG atau dapur SPPG yang bersangkutan serta pihak kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan resmi atas kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Muaro Jambi tersebut.(*)
