APKARINDO Gelar Rembug Petani Karet Jambi Dorong Normalisasi Harga
Jambi - Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menggelar rembug petani karet se Provinsi Jambi guna mendorong kemakmuran komoditas karet dan normalisasi harga serta ketersediaan pupuk subsidi untuk petani agar bisa bersemangat mengelola kebunnya.
“Pada rembug petani karet se Provinsi Jambi yang digelar di Desa Tebing Tinggi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, juga membahas terkait harga jual karet di tingkat petani hingga ketersediaan pupuk subsidi di daerah,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APKARINDO Jambi, Abdurrahman Sayuti, di Jambi Selasa.
APKARINDO turun ke Jambi lewat sosialisasi ke petani, guna mendorong normalisasi harga dan pupuk subsidi dalam rangka meningkatkan kemakmuran petani karet.
Sayuti menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tebing Tinggi atas sambutan dan dukungannya dan berharap agar ke depannya petani karet dapat kembali bergairah dan mampu mengimbangi perkembangan perkebunan sawit rakyat.
"Desa Tebing Tinggi ini termasuk wilayah petani karet yang produktif dengan luas lahan karet terbesar di Kabupaten Batang Hari dan dengan adanya rembug ini APKARINDO Jambi berharap dan mengajak seluruh petani karet agar dapat kembali lebih semangat dalam mengelola perkebunan karetnya," kata Sayuti.
Sementara itu, Kepala Desa Tebing Tinggi, Datuk Lucki Wijaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih dimana kehadiran para tokoh dan pejuang petani karet yang datang jauh-jauh dari Jakarta merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Desa Tebing Tinggi.
“Mari kita diskusikan bersama tentang masa depan perkebunan karet. Kehadiran APKARINDO ke Jambi, hal ini sangat luar biasa dan antusiasme masyarakat desa untuk hadir dalam acara rembuh itu sangat tinggi karena ini merupakan agenda penting untuk kemakmuran petani karet ke depannya,” kata Lucki.
Sementara itu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APKARINDO, Irpan Ahmad, yang dalam keterangannya mengucapkan terima kasih kepada petani karet di Jambi, khususnya di Kabupaten Batang Hari, yang terus mempertahankan sektor tanaman karet.
Dia menegaskan bahwa petani karet Indonesia adalah produsen karet nomor dua di dunia setelah Thailand.
"Industri karet jangan sampai tidak diperhatikan, karena kebutuhan karet merupakan penopang industri di Indonesia dan kami dari APKARINDO akan terus berjuang di sektor petani karet agar tidak ditinggalkan oleh sektor lain seperti sawit dan mari kita hidupkan asosiasi ini sebagai rumah kita, sebagai wadah aspirasi, dan tempat diskusi terkait harga jual beli karet," tegas Irpan Ahmad.
APKARINDO saat ini tengah melakukan diskusi dengan Kementerian Perkebunan dan Pertanian agar harga jual komoditas karet dapat kembali normal sehingga petani dapat menikmati hasil kebunnya seperti sediakala.
Selain itu, APKARINDO Jambi juga berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia agar petani karet mendapatkan perhatian dan penyaluran pupuk subsidi dari pemerintah.
APKARINDO juga menjalin kerja sama dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jambi untuk mendorong petani karet tidak hanya bergantung pada hasil karet saja, tetapi juga dapat mengembangkan tanaman tumpang sari dalam program ketahan pangan guna meningkatkan pendapatan keluarga.(*)
