BREAKING NEWS

Siap Hadapi Kemarau 2026, PT Wirakarya Sakti Laksanakan Antisipasi Karhutla

Jambi - Untuk menghadapi musim kemarau tahun 2026, PT Wirakarya Sakti (WKS) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerapkan strategi 4 Pilar Integrated Fire Management, yang diantaranya adalah Prevention (Pencegahan), Preparation (Persiapan), Early Detection (Deteksi Dini), dan Rapid Response (Respon Cepat).

Pada pilar Prevention, PT WKS melakukan sosialisasi dan penyadartahuan kepada berbagai pihak, dimulai dari pelajar, karyawan dan mitra kerja, serta masyarakat sekitar yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan lindung dan wilayah operasional perusahaan.

Dalam hal ini, PT WKS juga turut berkolaborasi dengan Forum Penanggulangan Risiko Bencana Provinsi Jambi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Pada pilar Preparation, perusahaan melakukan patroli intensif serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap untuk digunakan atau Ready To Use. 

Personel terlatih juga diutus untuk semakin mempersiapkan diri melalui kegiatan pelatihan Incident Command System, sehingga personel dapat bergerak terstruktur dan terkoordinasi ketika berada di lokasi rawan karhutla.

Kemudian pada pilar Early Detection, dilakukan pemantauan titik-titik hotspot melalui menara api, drone, dan CCTV yang terpasang di areal kerja perusahaan. Titik hotspot dapat dimonitor secara real-time melalui Situation Room dan diamati melalui Pos Pantau.

Selanjutnya, pilar terakhir yaitu Rapid Response. Untuk mengatasi pemadaman api, PT WKS menyiapkan dua unit Helicopter Waterbombing dengan jenis Bell 412 yang dapat digunakan untuk menampung kapasitas air sebanyak 1000 liter serta jenis Kamov dengan kapasitas sebesar 4000-5000 liter.

Destian Nori, selaku Head of Fire Operation Management (FOM) PT WKS, menyatakan bahwa kesiapsiagaan menjadi prioritas utama dalam menghadapi musim kemarau.

“Kami akan memastikan seluruh personel terlatih, sarana dan prasarana serta sistem yang kami terapkan untuk mengendalikan kebakaran dalam kondisi siap siaga serta cepat merespons setiap potensi karhutla secara tepat dan terkoordinasi. Kesiapsiagaan ini menjadi prioritas utama kami supaya tercapai Jambi bebas asap” ujarnya.

Perusahaan juga menyiagakan tiga tim reaksi cepat yang terdiri dari total 21 personel terlatih untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Selain itu,

PT WKS juga melibatkan masyarakat sebanyak 50 orang sebagai bagian dari personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim tambahan sebanyak 84 orang yang merupakan bagian dari masyarakat sekitar untuk turut berperan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan Karhutla.”

Melalui rangkaian strategi dari keempat pilar ini, PT WKS menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir risiko karhutla di kawasan hutan Provinsi Jambi.

Dengan mengedepankan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Perusahaan percaya bahwa sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(JP02)



Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT