BREAKING NEWS

Terungkap Misteri "Hilangnya'" Orang Rimba Pasca Bentrokan

Jambi - Misteri hilangnya seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) bernama Nyantang alias Yatang setelah peristiwa bentrok dengan pihak perusahaan di Kabupaten Sarolangun akhirnya terungkap.

Pria tersebut ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim gabungan kepolisian pada Rabu 15 April 2026 siang.

Penemuan Yatang sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat beredar di masyarakat pasca bentrokan antara warga SAD dan pihak keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan bahwa warga SAD tersebut telah ditemukan dalam keadaan aman.

“Yang bersangkutan sudah ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat,” ujar Erlan Munaji saat dikonfirmasi, Rabu 15 April 2026.


Ditemukan Tim Gabungan di Wilayah Merangin

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, Yatang ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Desa Pelakar, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.

Penemuan itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Sarolangun, Polsek Sarolangun, dan Polsek Air Hitam yang sejak sebelumnya melakukan penelusuran.

Saat ditemukan, Yatang dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka sedikit pun.

“Kondisinya baik dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Erlan.


Terkait Tradisi “Melangun”

Dari informasi yang diperoleh aparat, keberadaan Yatang di wilayah tersebut diduga berkaitan dengan tradisi melangun, yaitu budaya masyarakat SAD yang dilakukan ketika seseorang kehilangan anggota keluarga.

Menurut keterangan komunitas SAD yang mengenalnya, sekitar 5 bulan lalu istri Yatang meninggal dunia. Dalam tradisi SAD, seseorang yang sedang berduka biasanya meninggalkan sementara tempat tinggalnya untuk menjalani masa melangun.

Diduga Yatang belum kembali ke komunitasnya setelah menjalani tradisi tersebut.

“Informasi dari komunitasnya menyebutkan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani tradisi melangun setelah istrinya meninggal dunia,” jelas Erlan.


Diduga Menghindari Situasi Pasca Bentrok

Polisi juga menduga pergerakan Yatang menuju wilayah Pelakar terjadi setelah bentrokan antara warga SAD dengan pihak keamanan perusahaan beberapa waktu lalu.

Pergerakan tersebut diperkirakan sebagai upaya menghindari situasi konflik sekaligus bagian dari proses melangun yang masih dijalaninya.

Sebelumnya, beredar berbagai informasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa Yatang menjadi korban kekerasan dalam peristiwa tersebut. Namun kepolisian menegaskan informasi itu tidak benar.

“Kabar yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan sempat dipukuli tidak benar. Saat ditemukan, kondisinya sehat dan tidak ada luka,” tegas Erlan Munaji.


Situasi Wilayah Tetap Kondusif

Pihak kepolisian memastikan situasi di wilayah Sarolangun, khususnya di sekitar lokasi konflik sebelumnya, saat ini tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Aparat juga terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan komunitas SAD untuk menjaga situasi tetap damai serta mencegah potensi konflik lanjutan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan.(*)



Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT