BREAKING NEWS

KONI Jambi Digitalisasi Tata Kelola Data Atlet Menuju PON 2028

 

Jambi - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi resmi memulai langkah digitalisasi dan penguatan tata kelola organisasi termasuk data atlet menuju PON 2028 di NTB-NTT.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi di Jambi Senin membuka sosialisasi aplikasi data, tata kelola keuangan dan program kerja KONI Provinsi Jambi menuju PON mendatang.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 19 Mei 2026 ini diikuti jajaran pimpinan KONI Provinsi, perwakilan KONI Kabupaten/Kota, dan pengurus Cabang Olahraga se-Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Mat Sanusi menyebut forum ini sebagai persiapan dini menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Melalui agenda ini, KONI memetakan program kerja prioritas agar target prestasi bisa tercapai secara linear.

“Ini adalah langkah awal kita menyamakan visi dan misi antara KONI Provinsi dengan Kabupaten/Kota. Semua program kerja harus selaras dan bergerak serentak demi memajukan prestasi olahraga daerah,” kata Mat Sanusi.

Salah satu poin utama dalam sosialisasi adalah pengenalan aplikasi data atlet Provinsi Jambi.

KONI Jambi mengapresiasi inovasi digital ini karena selama ini Jambi belum memiliki basis data atlet terpadu yang merekam rekam jejak prestasi secara komprehensif.

“Selama ini data mengenai kiprah dan prestasi atlet kita belum terdokumentasi dengan rapi secara digital. Dengan aplikasi ini, kita bisa memantau perkembangan, prestasi, hingga pembinaan atlet secara langsung dan akurat,” jelasnya.

Kemudian lagi KONI Jambi juga memberikan perhatian serius pada transparansi keuangan dan mengingatkan seluruh pengurus cabor dan daerah agar mengelola dana hibah secara bertanggung jawab, akuntabel, dan bebas dari penyelewengan.

Setiap rupiah dari dana hibah negara harus digunakan murni untuk program pembinaan atlet di lapangan, bukan untuk kepentingan di luar koridor olahraga.

“Dana hibah itu mandat rakyat untuk memajukan olahraga. Penggunaannya harus tepat sasaran, fokus pada pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi Jambi di kancah nasional,” tegasnya.

Langkah digitalisasi ini diharapkan membuat tata kelola KONI Jambi lebih modern, transparan, dan siap mendukung target prestasi menuju PON 2028.

Sementara itu KONI Jambi juga melakukan sosialisasi persiapan atlet menuju babak prakualifikasi PON 2027 dan menuju PON 2028 di NTB - NTT dengan target bisa masuk ke peringkat 10 besar nasional yang memerlukan minimal bisa meraih 22 medali emas untuk masuk ke peringkat tersebut.

"Untuk bisa mencapai target 10 besar PON 2028, juga diperlukan dukungan semua pihak dan KONI Jambi ditahap awal sedang menjajaki kerjasama SKK Migas dan KKKS nya untuk berkolaborasi meningkatkan prestasi atlet Jambi," kata Mat Sanusi.(*)


Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT
Designed by Jambipos
ADVERTISEMENT