KONI Jambi Ketatkan Seleksi Atlet Terbaik Menuju PON Beladiri 2026
Jambi - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi resmi menaikkan standar seleksi atlet beladiri jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan digelar di Sulawesi Utara, Oktober 2026.
"Pengetatan ini dilakukan demi memastikan hanya petarung paling siap yang membawa nama Bumi Sepucuk Jambi Sepucuk di ajang nasional tersebut," kata Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi AS Budianto di Jambi Senin.
Strategi taktis itu dimatangkan dalam rapat koordinasi internal di Sekretariat KONI Provinsi Jambi. Rapat yang dipimpin jajaran pimpinan KONI Jambi itu mengevaluasi hasil seleksi fisik atlet jilid II sekaligus menyusun skema seleksi tahap akhir.
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Umum II As Budianto, Waketum IV Prof. Sukendro, Waketum V Dr. Atri Widowati, Sekretaris Umum Dr. Muhammad Ali, Kabid Binpres Ir. Armadi, serta jajaran pengurus teras lainnya.
Berdasarkan rekapitulasi performa hasil seleksi sebelumnya tercatat 27 atlet beladiri Jambi dinyatakan lolos syarat minimal tes fisik jilid II. Namun, status lolos ini belum jadi jaminan tiket ke Manado.
“Pada tes jilid III nanti, kami dari pihak KONI akan menaikkan nilai minimal kelulusan demi memastikan hanya atlet-atlet terbaik dan paling siap yang dikirim ke Manado,” kata AS Budianto.
Ia menjelaskan skema tes fisik jilid III yang dijadwalkan akhir Juli mendatang tidak hanya menguji ketahanan tubuh umum. Tes akan langsung menyentuh aspek teknikal spesifik sesuai cabang okahraga masing-masing. Jadi benar-benar kita ukur kesiapan tanding atlet, bukan sekadar kuat lari atau push-up.
Atlet yang dinyatakan lolos tes jilid III akan langsung masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) selama satu bulan penuh. Pelatda menjadi persiapan final sebelum kontingen bertolak ke Sulawesi Utara.
Dari total delapan cabang olahraga beladiri yang dipertandingkan di PON Khusus Beladiri 2026, KONI Jambi memilih strategi fokus. Hanya lima cabor unggulan yang akan diberangkatkan, yakni yang dinilai punya potensi medali paling realistis berdasarkan rekam jejak prestasi, peta kekuatan lawan, dan hasil tes fisik jilid II.
Waketum IV Bidang Pembinaan Prestasi, Prof. Sukendro menyebut langkah ini diambil agar pembinaan lebih terukur dan anggaran lebih efektif. Daripada kirim banyak tapi pulang tanpa hasil lebih baik kita fokus di lima cabor tapi targetnya medali dan ini soal efisiensi dan efektivitas.
Meski belum memastikan cabor tersebut, KONI Jambi memastikan seluruhnya merupakan cabor yang selama ini jadi lumbung medali di Porprov maupun Pra-PON.
Sementara itu Sekretaris Umum KONI Jambi Dr. Muhammad Ali menambahkan pengetatan parameter seleksi ini adalah bentuk tanggung jawab KONI kepada masyarakat Jambi.
“Anggaran yang dipakai ini uang rakyat. Jadi kami wajib kirim atlet yang benar-benar siap tempur. Dengan persiapan terukur dari tes fisik berlapis sampai Pelatda, kami optimis membangun skuad beladiri yang solid, kompetitif, dan mampu mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional,” kata Ali.
PON Khusus Beladiri 2026 di Sulut akan jadi edisi pertama yang digelar terpisah dari PON reguler. Ajang ini mempertandingkan 8 cabor: karate, taekwondo, pencak silat, wushu, judo, kempo, gulat, dan tinju.
Tahapan seleksi atlet beladiri tes fisik jilid I pada Maret 2026, kemudian tes fisik jilid II pada Mei 2026 ada sebanyak 27 atlet lolos, pelaksanaan tes fisik jilid III digelar pada akhir Juli 2026 dengan standar nilai dinaikkan, fokus tes teknikal cabor dan kemudian pelaksanaan Pemusatan latihan daerah (Pelatda) padacAgustus-September 2026 selama satu bulan penuh.(*)
