Satgas Pangan Jambi Perketat Pantau Harga Bahan Pokok Imbas Kenaikan BBM
Jambi - Satgas Pangan Provinsi Jambi memastikan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap harga bahan pokok di pasar tradisional maupun modern dimana langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi penimbunan dan lonjakan harga menyusul adanya penyesuaian harga BBM.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Hernawan Rizky di Jambi Kamis mengatakan Kepolisian yang juga bagian dari Satgas Pangan Jambi tetap terus melakukan pengawasan di lapangan yang dilakukan secara kolaboratif bersama dinas terkait sesuai bidang masing-masing.
"Untuk pengawasan tetap dilakukan secara kolaborasi bersama dinas terkait sesuai bidangnya masing-masing,” katanya.
Tim Satgas Pangan Jambi juga dengan rutin turun langsung ke pasar guna memantau harga dan pasokan dari agen besar kepada para pedagang di pasar tradisional agar bisa mengetahui bila ada tanda akan naik dan pasokan yang mulai berkurang di pasar.
"Selain koordinasi antar instansi, Satgas Pangan Jambi juga aktif turun ke lapangan. Tim gabungan rutin melakukan monitoring langsung ke pasar-pasar induk dan pasar tradisional untuk memantau pergerakan harga serta ketersediaan stok," kata AKBP Hernawan.
Untuk cek harga di lapangan, Kepolisian selalu melalui koordinasi hingga turun langsung monitoring di lapangan dengan pihak terkait.
Tim Satgas Pangan menyisir Pasar Angso Duo, Kota Jambi. Hasilnya harga sejumlah komoditas masih relatif stabil meski ada kenaikan tipis pada cabai dan bawang. Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo, pada Kamis 11 Juni 2026 untuk beras premium dijual Rp15.000 per kg atau masih cukup stabil, beras medium Rp12.000 per kg, minyak goreng curah Rp15.500 per kg juga dalam keadaan stabil, minyak goreng kemasan Rp19.000 per liter, stabil, untuk gula pasir Rp17.500 per kg, stabil.
Kemudian ada tepung terigu Rp13.500 per kg, telur ayam ras Rp29.000 per kg atau naik Rp500, daging sapi Rp140.000 per kg, stabil, daging ayam ras Rp38.000 per kg, cabai merah keriting Rp 34.800 per kg, cabai rawit merah Rp60.000 per kg, naik Rp5.000 bawang merah Rp 34.800 per kg , bawang putih Rp 32.000 per kg atau stabil.
Hernawan menyebut, kenaikan pada beberapa komoditas masih dalam batas wajar karena faktor cuaca di daerah sentra. Stok secara umum masih aman. Distribusi dari sentra produksi ke pasar juga berjalan lancar dan tidak ada kelangkaan.
Fokus pengawasan Satgas Pangan saat ini adalah mencegah aksi penimbunan dan spekulasi harga oleh oknum pedagang nakal. Kenaikan harga BBM dikhawatirkan dijadikan alasan untuk menaikkan harga bahan pokok secara tidak wajar.
“Satgas Pangan tidak akan segan menindak jika ditemukan praktik penimbunan atau permainan harga. Kami sudah petakan gudang-gudang distributor dan agen besar di Jambi,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, sejauh ini belum ditemukan indikasi penimbunan di Jambi. Namun pihaknya tetap meminta masyarakat melapor jika menemukan harga yang tidak wajar.Imbauan Satgas Pangan ke Pedagang dan Masyarakat
Satgas Pangan Jambi mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga di luar kewajaran.
"Kepada para pedagang diminta tetap menjual sesuai harga normal dan tidak melakukan penimbunan. Kami imbau pelaku usaha, distributor, dan pedagang agar tidak melakukan penimbunan. Jual dengan harga wajar. Jangan ada spekulasi,” kata AKBP Hernawan.
Kemudian Satgas Pangan Jambi meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat diminta membeli bahan pokok sesuai kebutuhan dan jika menemukan harga yang melonjak drastis, warga bisa melapor ke Satgas Pangan atau dinas perdagangan setempat.
Satgas Pangan Jambi terdiri dari unsur Polda Jambi, Kejati Jambi, Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Bulog, dan instansi terkait. Tim ini dibentuk untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang hari besar dan saat terjadi gejolak ekonomi seperti kenaikan BBM.(*)
