Karantina Jambi Kawal Pengiriman 262.000 Bibit Eukaliptus ke Kalimantan Tengah
Jambi - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Jambi memastikan kesehatan 262.240 batang bibit eukaliptus Eucalyptus sp yang dikirim ke Kalimantan Tengah.
Komoditas senilai Rp224.400.000 itu dilepas melalui kargo Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (12/6/2026), setelah dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang menyampaikan, pemeriksaan dan pengawasan dilakukan ketat untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tumbuhan yang dapat mengganggu produktivitas sektor kehutanan dan perkebunan.
"Karantina berperan memastikan setiap media pembawa tumbuhan yang dilalulintaskan antararea memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan. Melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian laboratorium, kami berupaya memberikan pelindungan maksimal agar komoditas yang dikirim aman serta tidak menjadi sarana penyebaran OPTK ke wilayah tujuan," kata Sudiwan.
Fokus Cegah Penyakit Karat Daun
Sebelum sertifikat karantina diterbitkan, petugas Karantina Jambi melakukan serangkaian tindakan. Petugas berkunjung ke lokasi _pre nursery_ untuk memeriksa kondisi bibit secara langsung. Pemeriksaan difokuskan pada deteksi _Austropuccinia psidii_, cendawan penyebab penyakit karat daun yang dapat menyerang tanaman dari famili Myrtaceae, termasuk eukaliptus.
Sudiwan menegaskan petugas juga melakukan pengujian laboratorium guna memastikan kesehatan bibit yang akan dilalulintaskan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bibit eukaliptus berada dalam kondisi sehat dan pertumbuhan baik.
"Tidak ditemukan gejala visual yang mengarah pada keberadaan _Austropuccinia psidii_, yang mengindikasikan bahwa proses produksi dan pemeliharaan bibit telah dilakukan dengan baik sehingga tidak berpotensi menyebarkan penyakit di daerah tujuan," pungkas Sudiwan.
Tren Pengiriman Meningkat
Pengiriman bibit eukaliptus asal Jambi juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Best Trust, pengiriman perdana tercatat pada Desember 2025 sebanyak 3 kali dengan total 70.420 bibit. Sementara hingga Juni 2026, telah tercatat 4 kali pengiriman dengan total 310.440 bibit.
Menurut Sudiwan, pengiriman ratusan ribu bibit eukaliptus ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor kehutanan nasional.
"Melalui pengawasan karantina yang ketat dan kolaborasi dengan pelaku usaha, distribusi komoditas tumbuhan dapat berlangsung lancar sekaligus tetap menjaga keamanan hayati Indonesia," terangnya.
Data Pengiriman Bibit Eukaliptus Jambi
- 12 Juni 2026: 262.240 batang, nilai Rp224,4 juta, tujuan Kalteng
- Des 2025 - Jun 2026: Total 7 kali pengiriman, 380.860 batang
- Tindakan: Pemeriksaan lapangan, uji lab, deteksi _Austropuccinia psidii_
Dengan pengawalan ketat ini, Barantin memastikan distribusi bibit kehutanan tetap lancar tanpa mengorbankan keamanan hayati antardaerah.(*)
